Minggu, 04 Juni 2017

Review Jurnal 9

Review Jurnal Ke 9 (Analisis Laporan Keuangan Internasional)
Nama Jurnal
Volume / Halaman
Volume 1, No. 2, July 2011, pages 155 – 178
Nama Penulis
Hendra Agus Wibowo dan Diyah Pujiyati
Judul Jurnal
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTY DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) DAN SINGAPURA (SGX)
Tanggal Jurnal
2011
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk memberikan bukti empiris apakah analisis rasio keuangan berpengaruh dalam memprediksi perubahan laba dan apakah terdapat perbedaan analisis rasio keuangan yang berpengaruh dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan property di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Singapura (SGX).
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini menurut sumber data adalah data sekunder karena data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumbersumber yang telah ada. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perubahan Laba (Dependen) dan rasio-rasio keuangan (Independen)
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, semua variabel independen analisis rasio keuangan (rasio lancar, perputaran total aktiva, total hutang terhadap total aset, profit margin, ROA, dan ROE) berpengaruh signifikan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2004-2009, tetapi memiliki pengaruh yang tidak signifikan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan properti di Bursa Efek Singapura (SGX) tahun 2004-2009.
Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil analisis data, dengan uji F semua variabel independen analisis rasio keuangan (rasio lancar, perputaran total aktiva, total hutang terhadap total aset, profit margin, ROA, dan ROE) berpengaruh signifikan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2004-2009, dan memiliki pengaruh yang tidak signifikan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan real estate dan properti di Bursa Efek Singapura (SGX) tahun 2004-2009. Akan tetapi, berdasarkan hasil analisis uji Chow test disimpulkan bahwa terdapat perbedaan analisis rasio keuangan (rasio lancar, perputaran total aktiva, total hutang terhadap total aset, profit margin, ROA, dan ROE) yang berpengaruh dalam memprediksi perubahan laba dari perusahaan real estate dan property di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Singapura (SGX) tahun 2004-2009.
Pendapat Mengenai  Jurnal
Menurut pendapat saya jurnal ini bagus, materi yang diangkat juga menarik. Keterbatasan penelitian ini adalah Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan di mana diharapkan pada penelitian selanjutnya akan dapat memperbaiki hasil penelitian. Beberapa keterbatasannya yaitu: (1) Perolehan data laporan keuangan perusahaan real estate dan property di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Singapura (SGX) yang tidak secara konsisten mempublikasikan laporan keuangan. (2) Sampel yang digunakan dalam penelitian tidak sebanding dengan sampel yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Singapura (SGX). Hal ini memungkinkan adanya ketidakakuratan pada hasil penelitian. (3) Sampel perusahaan real estate da property terdaftar di Bursa Efek Singapura (SGX) didapat dari browsing di internet dan hasil sampel sangat terbatas. Berdasarkan keterbatasan penelitian diatas, saran untuk penelitian selanjutnya adalah tidak hanya terbatas pada perusahaan real estate dan properti saja. Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan penelitian untuk semua industri yang terdaftar beberapa  Bursa Efek di ASEAN atau pada industri yang berbeda. Untuk penelitian-penelitian berikutnya hendaknya menggunakan rasio-rasio keuangan lainnya (Rasio Pasar) yang dapat mempengaruhi perubahan laba, karena masih banyak rasio-rasio keuangan yang berpengaruh dalam memprediksi perubahan laba.

Read More ->>

Review Jurnal 8

Review Jurnal Ke 8 (Standar audit dan Akuntansi Global)
Nama Jurnal
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.1
Volume / Halaman
Hal 63-78 / ISSN: 2302-8556
Nama Penulis
Jumratul Haryani dan I Dewa Nyoman Wiratmaja
Judul Jurnal
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Komite Audit, Penerapan International Financial Reporting Standards dan Kepemilikan Publik pada Audit Delay
Tanggal Jurnal
2014
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, komite audit, penerapan International Financial Reporting Standards dan kepemilikan publik pada audit delay.
Metode Penelitian
Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu diawali dengan uji analisis deskriptif yang dilanjutkan dengan uji asumsi klasik. jika data telah lolos uji asumsi klasik kemudian dilanjutkan dengan uji regresi linear berganda, uji determinasi, uji simultan dan langkah terakhir melakukan uji parsial. Sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2011. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 28 perusahaan dengan total pengamatan 4 tahun sehingga jumlah sampel sebanyak 112.
Variabel Penelitian
1.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Audit Delay.
2.Variabel independen dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan, Komite Audit, Penerapan International Financial Reporting Standards dan Kepemilikan Publik
Hasil Penelitian
1.      Uji Regresi Linear Berganda
Model regresi linear berganda yang terbentuk menunjukkan bahwa masing-masing variabel bebas bernilai negatif. Hal ini berarti semakin besar ukuran perusahaan, semakin banyak proporsi komite audit, penerapan IFRS dan semakin tinggi proporsi kepemilikan publik maka audit delay semakin pendek.
2.      Uji Ketepatan Perkiraan Model (Uji Determinasi)
Nilai R Square sebesar 0,250 bahwa korelasi antara variabel adalah kuat karena nilai R Square 0,250 > 5%. Nilai Adjusted Square sebesar 0,222, artinya sebesar 22,2% variasi dari variabel audit delay dipengaruhi oleh variasi ukuran perusahaan, komite audit, penerapan IFRS, dan kepemilikan publik sedangkan sisanya sebesar 77,8% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model.
3.      Uji Signifikansi Simultan (F-test)
Nilai Fhitung adalah 8,936 dengan taraf signifikansi 0,000. Nilai signifikansi 0,000 < 5%, menunjukkan variabel bebas (ukuran perusahaan, komite audit, penerapan IFRS dan kepemilikan publik) secara serempak berpengaruh terhadap audit delay.
4.      Uji Parsial (t-test)
a.       Pengaruh Ukuran Perusahaan Pada Audit Delay
Nilai signifikansi variabel ukuran perusahann (SIZE) adalah sebesar 0,283 dimana nilai signifikansi 0,283 > 0,05, maka dapat disimpulkan H1 ditolak. Ini berarti bahwa variabel ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh pada audit delay.
b.      Pengaruh Komite Audit Pada Audit Delay
Nilai signifikansi variabel komite audit (KOMAU) adalah sebesar 0,000 dimana nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Hal ini berarti bahwa variabel komite audit secara parsial berpengaruh pada audit delay.
c.       Pengaruh Penerapan IFRS Pada Audit Delay
Nilai signifikansi variabel penerapan IFRS (PENIFRS) adalah sebesar 0,308 dimana nilai signifikansi 0,308 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak. Hal ini berarti bahwa variabel penerapan IFRS secara parsial tidak berpengaruh pada audit delay.
d.      Pengaruh Kepemilikan Publik Pada Audit Delay
Nilai signifikansi variabel kepemilikan publik (KEPPUB) adalah sebesar 0,016 dimana nilai signifikansi 0,016 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H4 diterima. Hal ini berarti variabel kepemilikan publik secara parsial berpengaruh pada audit delay.
Kesimpulan Penelitian
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran komite audit dan kepemilikan publik berpengaruh pada audit delay. Namun untuk variabel ukuran perusahaan dan penerapan IFRS tidak berpengaruh pada audit delay.
Pendapat Mengenai Jurnal
Pendapat saya mengenai jurnal ini bahwa jurnal ini sudah cukup baik. Tema yang diangkat juga menarik untuk diikuti. Untuk penelitian selanjutnya, ada baiknya untuk menggunakan variabel lain diluar penelitian seperti faktor pengendalian intern perusahaan.

Read More ->>

Review Jurnal 7

Review Jurnal Ke 7 (Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga)
Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia,
Volume / Halaman
Vol. 6, No. 1, hal 20 – 45
Nama Penulis
Abriyani Puspaningsih
Judul Jurnal
KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN: BERBAGAI FAKTOR PENENTU DAN KONSEKUENSI EKONOMIS
Tanggal Jurnal
2009
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah pertama, hasii penelitian ini diharapkan dapat memberikan petunjuk kepada manajemen perusahaan agar membuat pelaporan keuangan yang berkualitas. Kedua, ukuran kualitas pelaporan keuangan yang dipakai dalam penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada investor dan analis pasar modal. Ketiga, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan menjadi umpan balik untuk pembuatan dan evaluasi standarstandar akuntansi untuk institusi pembuat standar (standard setters) dalam rangka pengembangan, penyempurnaan, dan pemilihan kebijakan pelaporan keuangan.
Metode Penelitian
Berdasarkan karakteristik masalah yang diteliti, penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam penelitian kausal komparatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap. Tahap pertama adalah menguji apakah atribut-atribut kualitas pelaporan keuangan berbeda satu dengan lainnya (tidak teijadi overlap) dengan pengujian regresi auxiliary R2 (Gujarati 2003) dan dilanjutkan analisis faktor. Tahap kedua adalah menganalisis faktor-faktor penentu kualitas pelaporan keuangan dengan regresi berganda, dan tahap ketiga adalah menguji efek kualitas pelaporan keuangan di pasar modal dengan regresi sederhana.
Variabel Penelitian
Konsekuensi ekonomis diproksikan sebagai informasi asimetri yang merupakan variabel dependen. Variabel independennya adalah kualitas pelaporan keuangan, dengan variabel kontrol berupa variabel ukuran perusahaan, leverage dan beta.
Hasil Penelitian
Informasi asimetri yang dapat dijelaskan 5% (tanpa kontrol) dan 12,35% (dengan kontrol) oleh variabel-variabel independen seperti atribut kualitas pelaporan keuangan dan variabel kontrol lainnya, yakni variabel ukuran perusahaan, leverage, dan beta. Ini berarti ketika laporan keuangan berkualitas, maka ketidakseimbangan perolehan informasi antara pihak manajemen (sebagai penyedia informasi) dengan pihak pemegang saham dan stakeholder pada umumnya (sebagai pengguna informasi/wser) akan semakin berkurang. Selain itu, dapat juga berarti bahwa perbedaan informasi yang dimiliki satu investor yang memiliki informasi (informed investor) dengan investor yang tidak memiliki informasi (uninformed investor) semakin tipis.
Kesimpulan Penelitian
Hasil pengujian regresi auxiliary R2 antar ketiga atribut kualitas pelaporan keuangan yakni relevansi nilai, ketepat waktuan, dan konservatisme  menunjukkan terdapat perbedaan diantara atribut-atribut kualitas pelaporan keuangan dan tidak terjadi tumpang tindih (overlap) antar ketiga atribut kualitas pelaporan keuangan. Hal ini teijadi karena besaran tumpang tindihnya (the degree o f overlap) memiliki nilai yang tidak melebih 0,5. Hasil pengujian analisis faktor ketiga atribut di atas menghasilkan satu atribut kualitas pelaporan keuangan yang baru, yang disebut kualitas pelaporan keuangan faktorial. Kualitas pelaporan keuangan faktorial tersebut pembentukannya berasal dari dua komponen atribut, yaitu relevansi nilai dan konservatisme.
Hasil pengujian faktor-faktor penentu kualitas laba menunjukkan bahwa faktor-faktor volatilitas penjualan, kinerja perusahaan, dan klasifikasi industri berhubungan positif terhadap kualitas pelaporan keuangan factorial. Sebaliknya, siklus operasi, ukuran perusahaan, umur perusahaan, likuiditas dan leverage tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Hasil pengujian konsekuensi ekonomis kualitas pelaporan keuangan, menunjukkan bahwa kualitas pelaporan keuangan faktorial berpengaruh signifikan terhadap informasi asimetri.
Pendapat Mengenai  Jurnal
Menurut pendapat saya jurnal ini bagus, materi yang diangkat juga menarik. Keterbatasan dari jurnal ini adalah (1) periode sampel penelitian mulai tahun 2001 sampai tahun 2006, dimana periode ini merupakan periode pemulihan krisis ekonomis di Indonesia. Implikasinya, hasil penelitian ini boleh jadi berbeda jika periode sampelnya bukan masa krisis atau masa pemulihan krisis. (2) Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dimana pada masa pemulihan krisis atau selama periode penelitian ini, terdapat perusahaan yang melakukan restrukturisasi usaha dan beberapa perusahaan bersifat holding company. Kedua kondisi tersebut tidak dipertimbangkan sejak awal penelitian ini, sehingga menjadi kendala penelitian. Berdasarkan keterbatasan penelitian diatas, saran untuk penelitian selanjutnya adalah (1) Perluasan tahun penelitian diharapkan dapat dilakukan dalam penelitian berikutnya. Hal ini terjadi karena penelitian ini hanya mencakup 6 tahun periode akuntansi yakni mulai tahun 2001 sampai tahun 2006 terutama yang berkaitan dengan pengukuran atribut kualitas pelaporan keuangan seperti relevansi nilai, ketepatwaktuan, dan konservatisme yang seyogyanya 10 tahunan. (2) Pengujian lebih lanjut yang dapat dikembangkan dalam penelitian ini adalah dengan memasukkan variabel kajian perusahaan yang bersifat holding company dan perusahaan yang melakukan restrukturisasi usaha. Dengan mempertimbangkan kedua hal di atas, diharapkan struktur data keuangan akan lebih teridentifikasi dengan baik.

Read More ->>

Review Jurnal 6

Review Jurnal Ke 6 (Translasi Mata Uang Asing)

Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi
Volume/Halaman
Vol 10 No. 1
Nama Penulis
Yuliawati Tan
Judul Jurnal
Mata Uang Fungsional Sebagai Mata Uang Pelaporan Dan Pencatatan Sesuai PSAK 52
Tahun Jurnal
September 2001 – Februari 2002
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah :
1.                  Untuk mencatat transaksi- transaksi mata uang asing
2.                  Untuk melaporkan hasil aktivitas cabang dan anak perusahaan di luar negeri
3.                  Untuk melaporkan hasil-hasil operasi independen di luar negeri
Metode Penelitian
Metode pada penelitian ini adalah :
1.                  The current-noncurrent method
2.                  The monetary-nonmonetary method
3.                  The temporal method
4.                   The current rate method
Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini adalah functional, monetary, non-monetary, translation
Hasil Penelitian
Indikator yang dapat dipakai sesuai PSAK No 52 (1998):
1. Indikator Arus Kas
Arus kas yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan didominasi oleh mata uang tertentu.
2. Indikator Harga Jual Harga jual produk perusahaan dalam periode jangka pendek sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar mata uang tertentu atau produk perusahaan secara dominan dipasarkan untuk ekspor dan
3. Indikator Biaya
Biaya-biaya perusahaan secara dominan sangat dipengaruhi oleh pergerakan mata uang tertentu.
Kesimpulan Penelitian
Kesimpulan penelitian ini adalah dalam melakukan penyusunan laporan keuangan selalu dipakai dasar mata uang untuk mencatat transaksi dan pelaporannya. Jika mata uang yang dipakai tunggal maka tidak akan ditemui banyak masalah. Tetapi dalam kondisi globalisasi dimana suatu badan usaha dapat melakukan transaksi yang melibatkan mata uang asing, maka akan ditemui kesulitan untuk mencatat transaksi terutama jika fluktuasi mata uang tersebut tidak stabil
Pendapat Mengenai Jurnal
Dengan adanya PSAK No 52 tentang mata uang fungsional maka diharapkan badan usaha yang ada di Indonesia, yang banyak memakai transaksi mata uang asing dapat menyajikan laporan keuangannya dengan lebih reliable dan relevan. Tentu saja dalam pelaksanaannya masih sulit untuk menentukan dengan tepat translasi yang dapat.
Read More ->>

Review Jurnal 5

Review Jurnal Ke 5 (Pelaporan dan Pengungkapan)
Nama Jurnal
Simposium Nasional Akuntansi XIV Aceh 2011
Volume / Halaman
Hal 1-32
Nama Penulis
Hari Suryono dan Andri Prastiwi
Judul Jurnal
Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance (CG) Terhadap Praktik Pengungkapan Sustainability Report (SR) (Studi Pada Perusahaan – Perusahaan yang Listed (Go-Public) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2007 – 2009)
Tanggal Jurnal
21-22 Juli 2011
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris apakah ada perbedaan karakteristik dan corporate governance (CG) antara perusahaan yang menerbitkan sustainability report (SR) dan yang tidak menerbitkan.
Metode Penelitian
Pengujian hipotesis dilakukan dengan regresi logistik. Namun sebelumnya akan dilakukan uji beda t-test. Sampel dalam penelitian ini dikategorikan menjadi dua, yaitu perusahaan yang melakukan pengungkapan SR dan perusahaan yang tidak melakukan pengungkapan SR. Terdapat 20 perusahaan yang melakukan pengungkapan SR dari periode tahun 2007-2009. Perusahaan-perusahaan yang tidak mengungkapkan SR dipilih sebanyak 25 perusahaan dengan menggunakan metode sampel acak terstruktur (stratified random sampling).
Variabel Penelitian
1.      Variabel dependen dalam penelitian ini adalah praktik pengungkapan SR oleh suatu perusahaan yang diukur dengan menggunakan variable dummy, nilai 1 untuk perusahaan yang melakukan pengungkapan SR dan 0 untuk perusahaan yang tidak melakukan pengungkapan.
2.      Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik perusahaan dan praktik corporate governance (CG). Karakteristik perusahaan terdiri dari: tingkat profitabilitas (ROA), tingkat likuiditas (Current Ratio), leverage (DER), tingkat aktivitas (Inventory Turnover) perusahaan yang merupakan proksi dari kinerja keuangan perusahaan dan ukuran perusahaan. Sedangkan praktik CG meliputi: komite audit, dewan direksi dan governance committee.
Hasil Penelitian
Hasil analisis uji beda t-test menunjukkan bahwa kecuali leverage, seluruh karakteristik perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini dan mekanisme CG berbeda secara signifikan antara perusahaan yang menerbitkan SR dan yang tidak. Hal ini mengindikasikan bahwa, praktik pengungkapan SR dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan dan CG.
Hasil uji hipotesis dengan regresi logistik menunjukkan bahwa hipotesis 1, 5, 6 dan 7 diterima, sedangkan hipotesis 2, 3, 4 dan 8 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa variabel karakteristik perusahaan, yaitu profitabilitas yang diproksi dengan ROA (H1) dan ukuran perusahaan (H5), berpengaruh positif signifikan terhadap praktik pengungkapan SR. Hasil yang sama juga berlaku untuk variable CG, yaitu komite audit (H6) dan dewan direksi (H7) yang masing-masing diproksi dengan jumlah rapat. Untuk karakteristik leverage (H3) hasil kedua analisis menunjukkan adanya konsistensi hasil yaitu tidak terdapat perbedaan pada uji beda t-test dan tidak berpengaruh pada uji logistik regresi. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh karakteristik perusahaan likuiditas yang diproksi dengan current ratio (H3) dan aktivitas yang diproksi dengan perputaran persediaan (H4). Demikian juga dengan variable CG, yaitu keberadaan governance committee (H8) menunjukkan adanya perbedaan dalam uji t-test, tapi hasil uji logistik regresi membuktikan tidak adanya pengaruh variable tersebut terhadap praktik pengungkapan SR.
Kesimpulan Penelitian
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kecuali leverage, seluruh karakteristik perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini dan mekanisme CG berbeda secara signifikan antara perusahaan yang menerbitkan SR dan yang tidak. Hal ini mengindikasikan bahwa, praktik pengungkapan SR dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan, ukuran perusahaan dan CG. Hal ini dibuktikan juga dengan analisis regresi logistik bahwa, praktik pengungkapan dipengaruhi oleh profitabilitas (ROA), ukuran perusahaan dan CG (komite audit dan dewan direksi).
Pendapat Mengenai Jurnal
Pendapat saya mengenai jurnal ini bahwa jurnal ini sudah baik karena penelitian ini telah menambah variabel dari penelitian sebelumnya yaitu variabel karakteristik perusahaan. Tema yang diangkat juga cukup menarik untuk diikuti. Untuk penelitian selanjutnya, ada baiknya untuk menambah ukuran pada karakteristik perusahaan misalnya pada tingkat profitabilitas dapat menambah ukuran seperti ROE, profit margin, dan lainnya, tidak sebatas ROA saja. Penelitian selanjutnya juga diharapkan dapat menggali lebih dalam tentang praktik pengungkapan SR dengan melihat kualitas SR.

Read More ->>

Review Jurnal 4

Review Jurnal Ke 4 (Akuntansi Komparatif Amerika dan Asia)
Nama Jurnal
Volume / Halaman
Nama Penulis
Syahril Djaddang dan Suratno
Judul Jurnal
Genealogi Pengungkapan Fair Value Accounting Berbasis Pasar dan Konvergensi Praktik Akuntansi di Indonesia (Studi Interpretif – Kritis Praktik IFRS)
Tanggal Jurnal
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini dimaksudkan untuk menelaah genealogi akuntansi modern tentang pengungkapan Fair Value Accounting atas adopsi International Financial Reporting Standard memitigasi Konvergensi Akuntansi Di Indonesia yang digunakan untuk membangun prinsip-prinsip akuntansi modern, seperti IFRS sebagai justifikasi praktik akuntansi masa kini. Penelitian ini juga menyoroti pertimbangan penting bagi negara-negara lain untuk membahas IFRS karena krisis keuangan global saat ini.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat ilmu dengan studi kepustakaan (library research), yang bersifat interpretatif kritis praktif IFRS. Filsafat ilmu digunakan sebagai analisis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang cenderung destruktif disatu sisi dan inspiratif dalam menyelamatkan manusia dari sikap membenarkan asumsi keilmuannya sendiri
Variabel Penelitian
Hasil Penelitian
Menanggapi kekhawatiran tentang pengukuran nilai wajar di pasar tidak likuid, dewan membentuk Penasehat Ahli untuk mengidentifikasi praktek terbaik untuk mengestimasi nilai wajar di pasar dan pengungkapannya. Pada Oktober 2008, IASB patuh pada tekanan regulator Eropa dan santai posisinya di FVA memungkinkan perusahaan untuk mentransfer non-derivatif aset keuangan dari klasifikasi yang dilaporkan sebesar nilai wajar ke dalam kategori yang menggunakan biaya perolehan diamortisasi dengan aset nilai (Bogoslaw, 2008). Dewan Standar Akuntansi Internasional dirasionalisasi perubahan dengan mengatakan itu akan menciptakan tingkat lapangan bermain dengan standar FASB ada, Laporan Laporan Akuntansi, Keuangan 115 yang memungkinkan perusahaan dalam keadaan langka ‘untuk membuat transfer yang sama. IASB berpendapat krisis keuangan saat ini pada dasarnya memenuhi syarat sebagai situasi langka karena pasar tidak likuid untuk produk keuangan (Bogoslaw, 2008). Selanjutnya, pada 31 Oktober 2008, IASB menerbitkan bimbingan pendidikan pada pengukuran nilai wajar dari instrumen keuangan di pasar yang tidak lagi aktif. Hal itu menegaskan bimbingan diterbitkan sebagai hasil dari diskusi oleh Penasehat Ahli dibuat oleh IASB pada tahun 2008. Pedoman diusulkan juga konsisten dengan persyaratan AS yang ada, termasuk perubahan terakhir.
Ekonomi di Asia-Pasifik (Jepang, India, Malaysia dan Indonesia), Amerika Utara (Kanada), Amerika Tengah (Meksiko) dan Amerika Selatan (Argentina, Brasil dan Chile) mengadops adopsi penuh IFRS. Namun, negara-negara tersebut mengadopsi IFRS sebagai pertimbangan pengaruh krisis keuangan, khususnya penggunaan FVA di IFRS dan perannya dalam krisis keuangan.
Semua negara-negara yang sudah menyiapkan konvergensi tetap teguh dengan rencana konvergensi akuntansi. Dipimpin oleh Ikuo Nishikawa, Ketua ASBJ, dan Sir David Tweedie, Ketua IASB, pertemuan kesepuluh untuk mempercepat konvergensi Jepang GAAP dan IFRS (IASB, 2009). Sebagai bagian dari pertemuan tersebut, perwakilan dari IASB memberikan update kebijakan yang telah dan oleh IASB dalam menanggapi krisis keuangan. Roadmap ini memungkinkan adopsi awal IFRS oleh perusahaan tercatat untuk tahun fiskal yang dimulai 1 April 2009 dan mengusulkan adopsi IFRS wajib dari 2015 atau 2016.
Kesimpulan Penelitian
Studi eksplorasi ini menyoroti implikasi penting krisis keuangan global dan konvergensi praktik akuntansi, pelaporan keuangan, dan kecenderungan konvergensi IFRS di Indonesia. Dengan analisis metode genealogi akuntansi menunjukkan bahwa krisis keuangan tidak menghambat kecenderungan konvergensi akuntansi: mayoritas negara-negara mengalami krisis keuangan global dan berkomitmen untuk mengadopsi IFRS yang direncanakan. Selain itu, kemajuan konvergensi dicapai antara IFRS dan US GAAP.
American Bankers Association dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada September 2008 menyatakan bahwa” masalah yang ada di pasar keuangan saat ini dapat ditelusuri ke berbagai faktor. Salah satu faktor yang diakui adalah nilai wajar akuntansi(FVA), kekhawatiran dimiliki oleh Kongres AS, karena tekanan yang kuat pada Standar Akuntansi Keuangan (FASB) untuk mengubah aturan akuntansi. Lihat juga Forbes (2009), Wallison (2008a, b) dan Whalen (2008) untuk akuntansi nilai wajar (FVA) dan krisis keuangan.
Pendapat Mengenai  Jurnal
Pendapat saya mengenai jurnal ini bahwa jurnal ini cukup baik karena penelitian ini menjelaskan tentang  Pengungkapan Fair Value Accounting Berbasis Pasar dan Konvergensi Praktik Akuntansi di Indonesia. Tema yang diangkat juga cukup menarik untuk diikuti. Jurnal ini memuat informasi yang menarik seperti Konvergensi Praktik Akuntansi dari beberapa negara.

Read More ->>

Pages

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

STUDENTSITE.GUNADARMA.AC.ID

Popular Posts